Kekeringan Meluas di Cilacap, 89 Desa Terdampak dan 1.500 Tangki Air Bersih Telah Disalurkan

Share
Penyaluran bantuan air bersih untuk wilayah terdampak kekeringan di Cilacap
Share

CILACAP – Dampak musim kemarau di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, semakin menjadi perhatian. Hingga Oktober 2026, sebanyak 89 desa dilaporkan terdampak kekeringan. Jumlah tersebut telah melampaui catatan pada 2023, ketika sekitar 85 desa mengalami kondisi serupa.

Untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap telah menyalurkan sebanyak 1.500 tangki air bersih ke wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan perkembangan kekeringan tahun ini perlu diwaspadai. Pasalnya, jumlah desa yang mengalami kekurangan air sudah lebih banyak dibandingkan kondisi pada 2023.

“Pada 2023, sampai November pengiriman air bersih sudah sekitar 1.800 tangki. Sedangkan tahun ini, sampai Oktober sudah mencapai 1.500 tangki,” kata Taryo, Jumat (9/10/2026).

Jumlah Desa Terdampak Sudah Melampaui Tahun 2023

Perbandingan data tersebut menjadi salah satu perhatian BPBD Cilacap dalam menghadapi dampak kemarau tahun ini. Meski penyaluran bantuan masih terus berlangsung, jumlah desa terdampak telah melampaui angka pada 2023.

Apabila kondisi kering berlangsung lebih lama, kebutuhan air bersih masyarakat dikhawatirkan semakin meningkat. Terutama bagi warga yang tinggal di wilayah dengan sumber air yang mulai mengering.

Kondisi ini membuat penyaluran bantuan air bersih menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau.

BPBD Cilacap Terus Salurkan Bantuan Air Bersih

BPBD Cilacap terus melakukan distribusi air bersih dengan dukungan berbagai pihak atau pemangku kepentingan. Bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga.

Taryo mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang secara rutin membantu penyaluran air bersih ke desa-desa terdampak. Menurutnya, keterlibatan banyak pihak sangat membantu upaya penanganan kekeringan di wilayah Cilacap.

Air bersih yang disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan pokok, mulai dari minum, memasak, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Warga Diminta Segera Melaporkan Kekurangan Air

Selain mendistribusikan bantuan, BPBD Cilacap juga terus memantau perkembangan kondisi di setiap desa yang terdampak kekeringan. Pemantauan ini diperlukan agar penyaluran bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Taryo mengimbau warga maupun pihak terkait untuk segera melaporkan apabila terdapat wilayah yang mulai mengalami kekurangan air bersih.

Dengan adanya laporan tersebut, kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti sehingga bantuan bisa diarahkan ke wilayah yang membutuhkan.

Meluasnya dampak kekeringan hingga menjangkau 89 desa menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk terus memperkuat koordinasi dalam penyediaan air bersih selama musim kemarau masih berlangsung.

Sumber informasi: Radar Banyumas, 9 Oktober 2026.

Artikel Lainnya

Kekeringan Meluas di Cilacap, 89 Desa Terdampak dan 1.500 Tangki Air Bersih Telah Disalurkan

CILACAP – Dampak musim kemarau di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, semakin menjadi perhatian. Hingga Oktober 2026, sebanyak 89 desa dilaporkan terdampak kekeringan. Jumlah...

BLT Kesra 2026 Belum Diumumkan, Begini Cara Cek Status Bansos Lewat HP

Cek Bansos Lewat HP – Masyarakat yang ingin mengetahui status penerima bantuan sosial kini dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui ponsel. Namun, warga...

Video Bentrokan Remaja Bersenjata Tajam Gegerkan Kesugihan Cilacap, Polisi Lakukan Penyelidikan

CILACAP — Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tawuran antarkelompok remaja di Jalan Raya Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah tersebar...

Denda Rp760 Juta Membayangi Java United, Klub Pertimbangkan Langkah Banding ke PSSI

Denda Rp760 Juta Membayangi Java United, Klub Pertimbangkan Langkah Banding ke PSSI SOLO — Java United FC tengah mempertimbangkan upaya banding setelah Komite...

Kekeringan Meluas di Banyumas, Lebih dari 76 Ribu Warga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

BANYUMAS — Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kondisi ini berdampak pada puluhan ribu warga yang...

Gamis Buka Pintu Ramai di Threads dan TikTok, Bakal Jadi Tren Lebaran 2027?

Gamis Buka Pintu — Tren busana muslim untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 2027 mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Kali ini, perhatian warganet...

Persibas
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.