Denda Rp760 Juta Membayangi Java United, Klub Pertimbangkan Langkah Banding ke PSSI

Share
Share

Denda Rp760 Juta Membayangi Java United, Klub Pertimbangkan Langkah Banding ke PSSI

SOLO — Java United FC tengah mempertimbangkan upaya banding setelah Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) menjatuhkan sanksi dengan total denda mencapai Rp760 juta. Hukuman tersebut merupakan buntut kericuhan dalam pertandingan melawan Persija Jakarta di Bali pada 19 September 2026.

Manajemen klub menilai sanksi yang diberikan turut memengaruhi persiapan tim dalam menjalani pertandingan berikutnya. Meski demikian, Java United menyatakan menyesali insiden tersebut dan berkomitmen mengambil pelajaran dari kejadian yang telah berlangsung.

General Manager Java United FC, Alan Haviluddin, mengungkapkan bahwa pihaknya masih membahas langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan mengajukan banding atas keputusan Komdis PSSI.

Menurut Alan, manajemen ingin memastikan keputusan yang diambil setelah insiden tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi klub ke depan.

Manajemen Akui Insiden Merugikan Tim

Alan menyampaikan bahwa kericuhan dalam pertandingan melawan Persija merupakan peristiwa yang disesalkan oleh pihak klub.

Ia menegaskan bahwa Java United ingin menghadirkan pertandingan sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas. Namun, situasi yang tidak terkendali saat pertandingan tersebut berlangsung menjadi persoalan yang harus dievaluasi.

Manajemen pun berencana menjadikan insiden itu sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Hukuman Pemain Jadi Tantangan bagi Pelatih

Selain berdampak pada kondisi finansial klub, rangkaian sanksi Komdis PSSI juga memengaruhi komposisi pemain yang dapat diturunkan Java United.

Dua pemain, Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, masing-masing dijatuhi larangan bermain selama empat pertandingan. Keduanya juga dikenai denda sebesar Rp50 juta per orang atas tindakan intimidasi terhadap pengawas pertandingan yang sedang merekam kericuhan.

Alan mengakui bahwa sanksi tersebut berpotensi mengganggu persiapan tim. Meski demikian, ia menyebut pelatih telah menyiapkan langkah untuk menyesuaikan strategi dengan kondisi pemain yang tersedia.

Direktur Teknik Dijatuhi Denda Terbesar

Dari sejumlah putusan Komdis PSSI, hukuman paling berat dijatuhkan kepada Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Octavian.

Resal dikenai skorsing selama 10 pertandingan, larangan memasuki stadion selama satu pertandingan, serta denda Rp500 juta. Sanksi tersebut berkaitan dengan pelanggaran prinsip antidiskriminasi setelah insiden yang melibatkan dirinya dan pelatih Persija, Shin Tae-yong.

Selain Resal, Antonio Teles juga masuk dalam daftar pihak yang dijatuhi sanksi. Ia dinyatakan melakukan tindakan agresif berupa tendangan terhadap ofisial Persija.

Pelatih Java United, Fabio Lefundes, dikenai denda Rp30 juta atas tindakan kekerasan terhadap media officer Persija. Sementara itu, Josmiro de Goes dijatuhi denda Rp30 juta dan David Glen Oei menerima peringatan keras.

Keseluruhan keputusan tersebut menjadi bagian dari rangkaian sanksi Komdis PSSI terhadap Java United setelah pertandingan yang berlangsung pada 19 September 2026.

Java United Tunggu Keputusan soal Banding

Putusan sanksi tersebut ditandatangani Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, dengan tanggal keputusan 24 September 2026.

Hingga keterangan manajemen disampaikan pada 7 Oktober 2026, Java United masih membahas langkah yang akan ditempuh untuk menyikapi hukuman tersebut.

Di tengah proses itu, klub juga harus menyiapkan tim agar tetap mampu bersaing dalam pertandingan berikutnya, meskipun sejumlah pemain dan ofisial tidak dapat menjalankan tugas seperti biasa akibat sanksi.

Java United menyatakan menyesali kericuhan yang terjadi dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai evaluasi. Sementara itu, kemungkinan banding masih menjadi bagian dari pembahasan internal manajemen.

Artikel Lainnya

Kekeringan Meluas di Cilacap, 89 Desa Terdampak dan 1.500 Tangki Air Bersih Telah Disalurkan

CILACAP – Dampak musim kemarau di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, semakin menjadi perhatian. Hingga Oktober 2026, sebanyak 89 desa dilaporkan terdampak kekeringan. Jumlah...

BLT Kesra 2026 Belum Diumumkan, Begini Cara Cek Status Bansos Lewat HP

Cek Bansos Lewat HP – Masyarakat yang ingin mengetahui status penerima bantuan sosial kini dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui ponsel. Namun, warga...

Video Bentrokan Remaja Bersenjata Tajam Gegerkan Kesugihan Cilacap, Polisi Lakukan Penyelidikan

CILACAP — Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tawuran antarkelompok remaja di Jalan Raya Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah tersebar...

Denda Rp760 Juta Membayangi Java United, Klub Pertimbangkan Langkah Banding ke PSSI

Denda Rp760 Juta Membayangi Java United, Klub Pertimbangkan Langkah Banding ke PSSI SOLO — Java United FC tengah mempertimbangkan upaya banding setelah Komite...

Kekeringan Meluas di Banyumas, Lebih dari 76 Ribu Warga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

BANYUMAS — Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kondisi ini berdampak pada puluhan ribu warga yang...

Gamis Buka Pintu Ramai di Threads dan TikTok, Bakal Jadi Tren Lebaran 2027?

Gamis Buka Pintu — Tren busana muslim untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 2027 mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Kali ini, perhatian warganet...

Persibas
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.