Kekeringan Meluas di Banyumas, Lebih dari 76 Ribu Warga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Share
Share

BANYUMAS — Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kondisi ini berdampak pada puluhan ribu warga yang mengalami keterbatasan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas hingga pertengahan Oktober 2026, sebanyak 76.425 jiwa atau 22.162 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan. Wilayah yang mengalami krisis air bersih mencakup 85 desa dan kelurahan di 22 kecamatan.

Pemerintah daerah bersama BPBD dan sejumlah pihak terus berupaya menyalurkan bantuan air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Bantuan Air Bersih Telah Melampaui 6 Juta Liter

Besarnya dampak kekeringan membuat distribusi air bersih harus dilakukan secara berkelanjutan. BPBD Banyumas mencatat total bantuan yang telah disalurkan mencapai lebih dari 6 juta liter air bersih melalui 1.314 ritase armada pengangkut.

Kepala BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan dilakukan setiap hari untuk menjangkau wilayah yang mengalami kekurangan pasokan air.

Upaya tersebut menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat yang sumber airnya mulai mengering akibat kemarau berkepanjangan.

Wakil Bupati Turun Langsung Salurkan Bantuan

Penanganan krisis air bersih juga melibatkan pemerintah daerah secara langsung. Pada Jumat, 9 Oktober 2026, Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mendatangi Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati, untuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan dua tangki air bersih guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Lintarti menegaskan bahwa bantuan akan terus diberikan hingga musim kemarau berakhir. Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak mengingat persediaannya masih terbatas.

Penggunaan air perlu diprioritaskan untuk kebutuhan utama rumah tangga, termasuk minum, memasak, dan menjaga kebersihan diri.

Sekolah dan Puskesmas Turut Mengalami Dampak

Dampak kekeringan di Banyumas tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di lingkungan permukiman. Sejumlah fasilitas pelayanan publik juga mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih.

Data BPBD mencatat sedikitnya 13 sekolah, tiga puskesmas, dan dua fasilitas umum ikut terdampak.

Terbatasnya ketersediaan air berpotensi mengganggu aktivitas harian di fasilitas tersebut, terutama kegiatan belajar mengajar, pelayanan kesehatan, serta pemeliharaan kebersihan lingkungan.

Karena itu, penanganan krisis air bersih perlu memperhatikan kebutuhan rumah tangga sekaligus memastikan fasilitas publik tetap dapat menjalankan fungsinya.

Kemarau Diperkirakan Berlangsung hingga Februari 2027

BPBD Banyumas meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi kemungkinan musim kemarau yang berlangsung lebih lama. Dalam laporan tersebut, kondisi ini dikaitkan dengan fenomena yang disebut sebagai El Niño Godzilla, dengan perkiraan kemarau dapat berlanjut hingga Februari 2027.

Dwi Irawan Sukma menyatakan bahwa pihaknya siap melanjutkan distribusi air bersih selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Pemerintah daerah juga terus mengandalkan koordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan dapat menjangkau desa dan kelurahan yang membutuhkan.

Dengan jumlah warga terdampak yang mencapai puluhan ribu jiwa, kesinambungan distribusi air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak selama musim kemarau.

Masyarakat pun diharapkan dapat menghemat penggunaan air dan mendahulukan kebutuhan pokok sambil menunggu kondisi sumber air kembali membaik.

Artikel Lainnya

Kekeringan Meluas di Cilacap, 89 Desa Terdampak dan 1.500 Tangki Air Bersih Telah Disalurkan

CILACAP – Dampak musim kemarau di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, semakin menjadi perhatian. Hingga Oktober 2026, sebanyak 89 desa dilaporkan terdampak kekeringan. Jumlah...

BLT Kesra 2026 Belum Diumumkan, Begini Cara Cek Status Bansos Lewat HP

Cek Bansos Lewat HP – Masyarakat yang ingin mengetahui status penerima bantuan sosial kini dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui ponsel. Namun, warga...

Video Bentrokan Remaja Bersenjata Tajam Gegerkan Kesugihan Cilacap, Polisi Lakukan Penyelidikan

CILACAP — Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tawuran antarkelompok remaja di Jalan Raya Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah tersebar...

Denda Rp760 Juta Membayangi Java United, Klub Pertimbangkan Langkah Banding ke PSSI

Denda Rp760 Juta Membayangi Java United, Klub Pertimbangkan Langkah Banding ke PSSI SOLO — Java United FC tengah mempertimbangkan upaya banding setelah Komite...

Kekeringan Meluas di Banyumas, Lebih dari 76 Ribu Warga Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

BANYUMAS — Krisis air bersih akibat musim kemarau semakin meluas di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kondisi ini berdampak pada puluhan ribu warga yang...

Gamis Buka Pintu Ramai di Threads dan TikTok, Bakal Jadi Tren Lebaran 2027?

Gamis Buka Pintu — Tren busana muslim untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 2027 mulai ramai diperbincangkan di media sosial. Kali ini, perhatian warganet...

Persibas
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.